Pages

Thursday, September 5, 2013

BAD LUCK MUHAEMIN

Bad Luck Muhaemin
#SeptemberWish #Wishuda #HidupMahasiswa !!! Bulan september ini saya officialy berumur 22, dan saya masih MAHASISWA (hidup mahasiswa), masih minta uang sama ortu, masih jomblo single fokus nyusun skripsi demi wisuda bulaN desember. Di umur 22 ini saya belum mencapai apapun, pekerjaan sehari-hari hanya diam dirumah menunggu kapan sidang skripsi *yeah akhirnya juga!!!*. Bulan ini saya akan menghadapi 2 sidang. Pertama, sidang skripsi *padahal revisi penguji masih gantung*. Kedua sidang tilang, gara-gara pas nganter ibu kena razia karena hanya memakai 1 helm. Postingan ini bukan mau menceritakan tentang perjuangan skripsi saya, tapi saya mau berbagi pandangan, paradigma, pendapat pengalaman saya terhadap aparat kepolisian berdasarkan yang saya alami.
September ini bukan hanya bulan ultah saya, tapi september ini juga tepat 5 tahun saya memiliki SIM yang artinya harus diperpanjang. Inget perpanjang SIM juga, pas liat tweet dosen lagi perpanjang sim. Tepat jam 11, hanya cuci muka langsung bergegas ke sebuah mall terbesar di tasikmalaya, untuk perpanjang SIM di outlet SIM. Ternyata kata petugas, "kartunya habis, coba besok saja atau langsung ke kantor."  Karena sudah terlanjur keluar rumah, akhirnya dari outlet SIM langsung ke polres. Tepat jam 11.30 sampai di loket SIM. "Maaf sedang istirahat, nanti jam 1 baru kembali". Shitttt, padahal ada tulisan istirahat jam 12.00-13,00.  Menunggu lah saya bersama yg lain. *FYI: ini pertama kalinya urus SIM sendiri*. Karena ngga tahu bagaimana prosedur perpanjang sim, tanya sama bapak-bapak di sebelah. "Mau perpanjang? Bareng aja hayouu" ngikutlah saya. Perasaan saya mulai ngga beres, karena malah keluar dari lingkungan polres. "wah calo nih caloo" (dalam hati). Setelah sampai gerbang luar dan si bapak lengah, akhirnya saya belok ke bagian pemeriksaan tamu. Pas nanya mau perpanjang sim, eh si bapak polisi malah nawarin jalur cepat. "perpanjang sekarang 175rb+tes kesehatan, kalo mau cepet." (Padahal terpampang spanduk "Hindari calo blabla bla...) Belok lagi saya ke bagian pengurusan sim. Tanya-tanya, ternyata harus periksa kesehatan tes kesehatan dulu di sebrang. Shit shit jauuuuuhh jalan kaki. Sampai langsung cek tekanan darah, tanya tinggi, berat langsung tanda bulat SEHAT dan bayar 25rb tanpa kwitansi. Hanya formalitas menurut saya, bayar 25rb cuma buat cek tekanan darah, di tukang keliling bayar 2,3rb juga bisa. Balik lagi langsung kasih sim dulu+keterangan sehat, dipanggil isi form bayar 150rb tanpa kwitansi. Menurut saya seharusnya untuk proses pembuatan sim untuk sekelas polres harus ada kasir+struk bukti pembayaran. Karena ini bisa menjadi lahan basah buat para oknum. Oknum tinggal bilang "bayar segini" tanpa si pemohon tau tarif resmi.

Wednesday, May 29, 2013

Puisi Cinta Mahasiswa Tingkat Akhir



Sayang...
Sebelum ku bersama denganmu
Aku mengahadapi berbagai permasalahan cinta
Akhirnya aku merumuskan masalah cinta ini
Dengan tujuan untuk mendapatkan tambatan hati yang kosong ini
Kurumuskan masalah cinta ini dengan null hipotesis

Ku mencari sosok wanita yang bisa menyelesaikan permasalahan cintaku saat itu
Saat ku melihat wajahmu saat itu
Kutentukan kau akan menjadi sample cintaku ini